Pada awal surat Al-Qiyamah disebutkan : " "Aku bersumpah dengan hari kiamat. Dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (diri sendiri). Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna" ( QS. 75 : 1-4 )
Al-Banan merupakan jama' dari kata bananah yang berarti ruas yang ada di jari jemari. Banan artinya bagian dari jari jemari. Bagian-bagian ini sangat kecil. Mengapa ALLAH SWT memilih bercerita tentang oenciptaan dan penyusunannya sebagai dalil, bahwa DIA mampu menciptakan manusia setelah matinya?
Mengapa dalam Al-Qur'an tidak memilih anggota badan yang lebih besar untuk dibicarakan?
Karena di dalam penyusunan jari-jemari terkandung rahasia kecermatan yang menakjubkan. Jari-jemari setiap orang berbeda baik dalam kerutan maupun ruas-ruasnya. Setiap jari dipenuhi lipatan-lipatan (kerutan-kerutan) yang sangat kecil dan garis-garis yang sangat banyak yang tidak mungkin sama dengan jari orang lain.
Para ilmuwan mengetahui kerutan-kerutan ini tidak akan berubah selamanya. Bahkan sampai mati sehingga jasad hancur dan membusuk. Tahun 1984 ketika di Inggris diadakan penelitian untuk mengenal orang melalui lipatan (garis) jari jemarinya dengan sistem yang khusus. Dari sinilah lahir ilmu psikologi, untuk melihat pertumbuhan dan perwujudan kepribadian seseorang hari demi hari. Setelah itu negara menyetujui keberadaan ilmu psikologi ini, dan memberikan keleluasaan bagi yang ingin melakukan penyelidikan ilmiah.
AL-QUR'AN menyebutkan penyusunan jari jemari yang sangat kecil dan halus sebagai suatu isyarat, bahwa apa yang ada di dalam penyusunan jari-jemari ini termasuk dari kecermatan ciptaan ILAHI, dans etiap jemari memiliki posisi dan ruas yang tidak sama dari jemari orang lain.
Maha Suci ALLAH, sebaik-baik Pencipta, Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
-------
Buletin Jum'at AL-MAIDAH Edisi 45
05-11-2010 / 28 Dzulqaidah 1431 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar