Rabu, 03 November 2010

RENUNGAN 1

MELURUSKAN JIWA

Di kala manusia menjadikan jiwanya sebagai sumber kebahagiaan dan kesengsaraan hidup, AL-QUR'AN menaruh perhatian besar untuk meluruskan jiwa itu dengan akhlak yang mulia dan sifat-sifat yang baik.
"Dan, jiwa serta penyempurnaannya (penciptannya) maka ALLAH mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketalwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan, sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya" (QS. Asy-Syams : 8-10).
Di dalam AL-QUR'AN ada beberapa fondasi yang mampu menopang tegak dan lurusnya jiwa manusia. Diantaranya :
Pertama, mengesakan ALLAH SWT dan tidak menyekutukan-NYA. Inilah fondasi dasar paling essensial untuk meluruskan jiwa kita.
Sebagaimana Luqman Alhakim pertama kali menasihati putranya : "Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan ALLAH, sesungguhnya syirik adalah kezaliman yang besar".
Kedua, mendirikan sholat. Sholat merupakan penyempurnaan jiwa manusia, sebagaimana amar ma'ruf dan nahi munkar adalah penyempurnaan kebaikan dan kesabaran menghadapi musibah dan ketetapan ALLAH SWT.
Ketiga, bersikap TAWADHU' ( merendahkan diri ) dan tidak sombong dengan memalingkan muka dari manusia, sebagaimana diisyaratkan dalam firman ALLAH SWT :
"Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia dan janganlah kamu berjalan di bumi ini dengan sombong, sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri" ( QS. Luqman : 18 ).
Keempat, sederhana dalam berjalan. Artinya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lamban, Rasulullah SAW bersabda : "Berjalan cepat menghilangkan wibawa orang mukmin" (Alhadits).
Kelima, merendahkan suara dalam berbicara, karena meninggikan suara merupakan hal tercela, ibarat suara keledai.
---------------
Dikutip dari : Buletin Jum'at AL-MAIDAH edisi 24, Tahun XIX 12-06-2009.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar